Monday, 6 February 2017

[Ngobrol Cosmetic & Skincare] Pabrikan vs DIY-an / Handmade

Hai~

mungkin yang baca ini akan mengira aku akan bikin tulisan perbandingan baik buruk cosmetic dan skincare produksi pabrikan dan diy-an / handmade. haha ga kok~ dipostingan ini aku hanya akan menulis beberapa cerita dan pengalamanku mengenai keduanya ini, dan tidak lebih dari itu.

cosmetic dan skincare aku ga bermaksud menstreotipkannya berdasarkan gender, tapi emang dulu sekali keduanya ini hanya milik dan sangat diperuntukkan untuk perempuan. tapi berselang jalannya waktu, sekarang keduanya jadi milik semua dan diperuntukkan untuk semua gender. aku sangat tertarik melihat perkembang cosmetic dan skincare yang ada apalagi dari lokal punya. makin hari perkembanganya makin mengagumkan, dan ditambah lagi mulai banyak bermunculan brand cosmetic dan skincare indie milik blogger/vlogger dan enthusiast.

awal aku tau dengan cosmetic dan skincare itu mungkin ketika umurku masi 16 tahun tapi entahlah aku lupa pastinya, yang jelas disaat itu aku gadis puber menyedihkan yang tidak dapat banyak informasi dengan tentang hal ini plus ditambah dengan banyak faktor yang tidak mendukung.


huh! aku jadi ingat pertama kali aku pake kutek pink dan lipgloss. aku dibilang cewek murahan oleh rekan sesama cewek didepan orang rame. wowkowkwok ampas sekale yang bilang. sampe sekarang aku jadi masi shock. tapi itu semua berubah ketika internet masuk ke kota kecil ini. kekuatan informasi yang masuk mengubah banyak hal. ada yang semakin baik dan ada juga yang semakin buruk.

sejak aku bisa mendapatkan informasi apapun yang aku ingin tau, aku pun mulai berkenalan dengan beauty blogger dan vlogger tapi waktu itu masi orang luar semua. karena yang lokal belum ada dan masi sangat sedikit. dan hingga sekarang boom~! tidak terhitung lagi.

aku juga masuk kuliah dijurusan teknik kimia berharap bisa mengenal dunia cosmetic dan skincare lebih dalam dan mendetail. tapi ternyata ga semudah itu. hohoho~

Cosmetic & Skincare - Pabrikan
aku lebih suka ngasih namanya skincare pabrikan karena emang iya diproduksi dipabrik dalam skala besar dan dipasarkan luas keluar dan dalam negri. nah karena dipasarkan luas kita bisa menemukannya hampir dimanapun kita berada diseluruh indonesia. bukan hanya skincare pabrikan lokal aja, skincare pabrikan luar pun sudah bisa dengan mudah juga temukan dipasaran lokal. dan ada banyak website online yang semakin mempermudahkan kita untuk mendapatkannya. sepertinya program masyarakat ekonomi asean dari pemerintah berhasil. tapi entahlah, siapa tau?

ketika aku masuk ke kelas mata kuliah praperancangan pabrik dan kimia organik. aku menemukan beberapa hal menarik tentang proses produksi pabrik dan bahan baku kimia yang dipakai, terutama bahan baku kosmetik dan skincare. dari situ juga aku jadi tertarik baca baca jurnal yang berkaitan. aku belum mengerti semuanya sih, tapi ternyata metodenya cukup sederhana tapi rumit dan ada banyak kreasi yang sangat inovatif. lalu beda negara beda juga standar produksinya. dan banyak izin ini itu ya tentu saja ribet. karena secara langsung ga langsung yang namanya industri pabrikan itu melibatkan banyak aspek seperti manusia dan lingkungan otomatis hal tersebut dibarengi dengan tanggung jawab yang besar. pertanggung jawabannya juga beda antara lokal dan luar. tapi mau dibilang ada loh pabrik yang sangat taat standar dan sangat bertanggung jawab, dan ada juga pabrik nakal yang tidak mengikuti standar dan tidak bertanggung jawab dengan banyak alasan.

untuk membangun suatu pabrik kita membutuhkan perencanaan matang. kalo yang aku pelajari dikampus. yang umumnya, pertama kita membutuhkan perencanaan kapasitas pabrik yang akan dibangun, kemudian metode produksi yang akan dipakai, lalu perencanaan bahan baku, lalu list biaya pembangunan pabrik, mulai produksi, penjualan, biaya tak terduga, dan banyak lagi. kalo yang lebih terperinci akan bikin sakit kepala demi gelar sarjanaku aku bersumpah, bener bener akan bikin sakit kepala.

lalu dipabrik itu semuanya balance, dinamis dan teratur. karena jika ada satu aja proses yang ga balance dari produksinya aku jamin pabrik itu pasti akan sangat rugi besar dan akan bangkrut dalam waktu dekat. karena pabrik yang ga balance itu ga layak operasi. aku bisa bilang begitu karena tugas akhir/skripsi ku adalah juga praperancangan pabrik. dimana untuk prosesnya aku harus menghitung neraca massa dan neraca energinya selama berbulan bulan agar semua prosesnya balance, dinamis, dan teratur. coba bayangkan jika kamu akan memproduksi suatu produk dalam jumlah besar yang juga akan dipakai oleh banyak orang pasti kamu tidak akan mungkin membuatnya asal asalan. ada banyak yang dipertaruhkan ketika kamu membangun sebuah pabrik. jadi aku sangat kagum sekali dengan para CEO industri itu.

dipabrik itu juga pasti ada yang namanya inovasi penelitian pengembangan produk, seperti pengkayaan bahan baku, efisiensi produksi, inovasi packing dan pengembangan sumber daya lainnya. dan berkat itu berbahagialah rekan rekan para pecinta cosmetic dan skincare mania, kita jadi bisa medapatkan produk dengan konsistensi beragam plus ekstrak ini dan itu dalam satu kemasan yang juga bisa tahan dalam waktu tahunan.

aku sendiri juga sangat tertarik dengan pengembangan penelitan pengkayaan bahan baku, karena seperti yang dibilang guru guru waktu masi sekolah dulu. negara kita kaya dengan sumber daya alam yang melimpah ruah dan masi banyak yang belum diexplore. tapi sekalinya nge-explore sumber daya alam, ada beberapa industri mengexplorenya dengan sangat berlebihan. itu tidak baik ya~! keuntungan bukanlah segalanya.

masi berkaitan dengan pengkkayaan bahan baku di 2016 lalu aku berkesempatan bertemu dengan seorang produsen lokal yang memproduksi catechin dengan kadar 85 - 90% dari gambir. beliau juga menawarkan aku contoh produk mereka~  akkk.. tentu saja aku mau! dan dibawah ini foto lama sample catechin ku.

amna-ika.blogspot.co.id

catechin yang kaya dengan antioksidant ini adalah salah satu contoh pengkayaan bahan baku dari sumber daya alam lokal kita, beliau juga bilang diluar catechin ini juga sudah dipakai oleh beberapa brand besar seperti shiseido dari jepang, peausque dari korsel, dan L'Acrima dari USA.

woo keren ya~

sampai sekarang cathecin ini belum ada aku olah, karena belum ada waktu. tapi mungkin minggu ini akan aku coba mengolahnya menjadi sabun. akan aku update juga diblog ini hasilnya. :D


Cosmetic & Skincare - DIY-an/Handmade
sekarang 80% dari skincare yang aku pake adalah diy-an. bukan karena aku anti dengan skincare pabrikan, tapi ini masalah selera dan kesempatan. aku tinggal dikota kecil kabupaten dan jarang keluar rumah. dimana juga bahan baku mentah lebih banyak dan melimpah ruah dari pada produk jadi. oleh karena itu ini jadi bikin aku jarang membeli ataupun memakai produk produk pabrikan yang dijual dipasaran. kalaupun ada itu merk tertentu yang aku suka atau aku membelinya sebagai referensi untuk research pribadiku.

untuk skincare diy-an ini aku juga suka karena aku jadi bebas berkreasi dengan apapun yang ada, tapi tidak semuanya bisa dipakai untuk diy-an. karena itu juga jadi bikin aku harus belajar mengenal bahan, kandungan, lalu trial and error dengan resep dan hasilnya. jadi aku bukan expert, aku masi membutuhkan waktu untuk belajar. aku belajarnya dengan cara membaca buku, jurnal, melihat referensi, berdiskusi diforum lalu trial and error. aku juga senang menerima banyak email yang memberi saran, bertanya, dan sharing.

repot? ya banget~! tapi menyenangkan dan seru.

aku jadi mau cerita waktu pertama kali aku coba bikin skincare diy-an gini. ceroboh banget, waktu itu aku bikin lotion dan lulur dengan bahan bahan yang sangat bagus, mahal, dan susah didapatkan. begonya aku belum terlalu paham tetang shelf life bahan dan pengawet sama sekali. jadi ga beberapa hari sesudah itu lulur dan lotionnya jamuran. beuh..!! aku kesal setengah idup!! bahan bahan yang berharga ini rusak begitu saja dengan cepat. sejak itu jadi paham rasanya kerugian dari bahan yang rusak akibat jamur dan bakteri.

jadinya sekarang ini kalo bikin diy-an skincare aku hanya bikin untuk sekali pakai aja kalo ga pakai pengawet. kalau pakai pengawet aku bisa bikin dalam jumlah besar dengan bahan yang beragam.

mau lihat koleksi pengawetku?

amna-ika.blogspot.co.id

aku punya optiphen, propyl parabel, dan methyl paraben. and this cuties akan menyelamatkan produk diy-an/handmade dari jamur dan bakteri. lalu dari ketiganya aku lebih suka pakai optiphen karena lebih sederhana untuk digunakan dari pada propyl paraben dan methyl paraben.

dulu takut banget ya sama paraben sampe aku pernah baca sebuah blog isinya tentang ketakutan dan kebencian dengan paraben karena alasan ini itu. rasis lol. #becanda.

tapi semakin kenal dan tau cara pakainya sama sekali ga masalah kok. pake pengawet gini sama kayak prinsip idup. masing masing orang punya prinsip yang berbeda cuma tinggal cara menyikapinya aja. o iya aku dapat bahan bahan ini dari toko kimia langgananku.

bandingkan cosmetic:skincare pabrik-an vs diy-an/handmade. e.. aku ga bisa membandingkannya~! aku suka keduanya. dan aku cinta keduanya <3






xoxo
amna






13 comments:

  1. Share dong kak. Gmana pake pengawetnya. Penasaran hihi. Aku jg suka bkn diy skincare tp ak bingung ngawetin nya di luar kulkas

    ReplyDelete
    Replies
    1. oo itu nanti ya, aku butuh lebih banyak referensi untuk bikin tulisannya

      Delete
  2. Sharing donk paraben di mata anak kimia. AKu penasaran banget loh

    www.vinasaysbeauty.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh nanti ya, aku butuh lebih banyak referensi untuk bikin tulisannya. tapi sedikit bocoran menurut aku paraben itu magic. haha~ :v

      Delete
  3. Tfs ya mba, artikelnya bermanfaat untuk belajar dandan dan perawatan^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama mba, semoga bermanfaat ya

      Delete
  4. Seneng nemu bahasan dari orang yg menghadapi langsung. Selama ini paraben seakan2 jd momok yg menakutkan krn pemahaman yg setengah2.

    Aku juga pernah sekilas ntn chemircial. Intinya itu reality show dimana satu keluarga mengganti semua produk kimia dgn produk diy yg lebih aman bahannya.

    Jd pengawet dalam kosmetik dan skincare itu yes or no nih? Next dibuatin postingan khusus yg lebih mendalam yaa..


    elisamonic.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengawet bagiku yes mba, no kecuali aku mau repot repot bikin kosmetik dan skincare setiap kali mereka jamuran. ga kebayang, mungkin baru beberapa jam aja dibikin sudah banyak bakteri dan jamur yang tumbuh. kemudian itu dipake dikulit. duh aku ngeri.

      boleh nanti akan aku buatkan postingan khusus yang lebih mendalam tapi mungkin butuh waktu lebih lama.

      Delete
  5. Mbak kapan2 share donk "resep" DIY skincarenya hehe TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. wokeh mba :D
      sama sama, semoga bermanfaat

      Delete

Sharing is caring <3

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...