Tuesday, 11 October 2016

[Slice Of Life] Ingin Hidup Natural, Senatural Apa?


ps: tulisan ini masih brainstroming

hi, apa kabarmu. semoga sehat selalu.

akhirnya dari banyak pekan yang terlewatkan aku bisa ngeblog lagi. dan diblog post kali ini aku mau cerita sesuatu dan bingung mulai dari mana. kebanyakan postingan ku yang seperti ini akan sulit untuk dimengerti bahkan oleh aku sendiri. karena aku entah entahlah

aku setiap hari ketika dalam duduk diam selalu mengira ngira kehidupan yang seperti apa yang ingin aku hidupi. terlepas dari semua yang ada, aku berhak atas hidupku. dan aku berhak melakukan apapun yang aku inginkan. lalu, baik buruknya itu datangnya dari orang lain melihat sesuai dengan pemahaman mereka tentang apa yang aku lakukan dengan hidupku.

apa begitu juga dengan mu?

dibilang ga?

tapi bukankah selalu begitu. haha! bilang aja "entahlah" kalo main aman.


ngomong ngomong soal hidup natural, sejak awal aktif kembali ngeblog tahun 2014 aku sudah berniat sangat ingin hidup natural, dan sealami mungkin. dan melalui blog ini aku juga ingin menulis catatan perkembangan ku tentang gaya hidup natural yang aku jalanin. tapi kenyataannya ga seperti yang diharapkan. aku malah nulis hal yang aneh aneh dan ga nyambung sama sekali.

tapi yah itu semua aku anggap sebagian dari perkembangan, karena jarang banget ekspektasi persis seperti realita karena berbagai alasan.

soalnya kita tahu sendiri dasar gaya hidup natural itu 99,999% mentah dalam point point tertentu seperti makanan, minuman, personal care, lalu tidak menggunakan you know lah what i mean, produk produk yang memiliki potensi buruk bagi lingkungan dan si pemakai. agak agak mustahil

dan ini yang seorang heartworker bilang dalam artikel hariannya,

"natural yang berarti netral" seperti pada pepatah tiongkok mengatakan

"ketika badai datang, sebagian membuat tembok, dan sebagian lagi membuat kincir"

badai dianggap datang dengan sebuah kenetralan dan sisanya adalah keputusan orang orang yang akan menghadapi badai tersebut untuk hidup.

dari situ aku mencoba melihat kehidupan saat ini sebagai hal yang netral, dengan beberapa pertimbangan sendiri dari dua sisi ini sebelum membuat keputusan.

sisi pertama, aku sebagai mahasiswi yang berlajar tentang berbagai penerapan teknologi industri, dimana aku melihat berkat ini kehidupan kita berkembangan dengan sangat sangaatt luar biasa pesat dalam berbagai aspek. dan sedikit banyaknya memberikan kesejahteraan untuk banyak orang, lalu ini juga menjadi salah satu bukti kalau kita hidup dimasa depan.

lalu disisi kedua aku sebagai konsumen yang melihat beberapa banyak dari perkembangan ini terlalu liar dan brutal, dengan banyak mengenyampingkan sisi sisi kebaikan dengan alam dan sesama manusia sendiri.

terus bagaimana? apa aku harus membuat tembok kah? atau membangun kincir kah? ada pendapat kah?

sementara ini jadi soal waktu, karena aku ga bisa memutuskannya sama sekali dalam waktu dekat. jadi yang bisa aku lakukan sekarang, membalikkan lagi keadaanya menjadi netral semuanya.. maksud aku, dari dua pertimbangan sisi diatas. tapi dengan tetap mendahulukan kebaikan dengan alam dan sesama manusia. kedengarannya naif ya! karena aku sama sekali belum mampu dan masih belajar untuk itu.

kalau gitu ganti dengan mendahulukan kebaikan diri sendiri? oh kedengaran cukup bagus. sedikit agak egois? ah ga juga.


jadi disimpulkan menjadi hidup natural yang berarti netral dengan mendahulukan kebaikan diri sendiri. nah, sekarang mendahulukan kebaikan diri sendiri yang seperti apa? wah ada banyak sekali point point penjelasan untuk ini.

mungkin bisa dicontohkan begini, udah lama aku berusaha mengurangi pemakaian produk yang sekiranya berpotensi buruk bagi tubuh, dan mulai menggunakan personal care buatan sendiri ( seperti sabun, shampo, odol, dan kosmetik) ini bagus, tapi dulu itu aku sempat fanatik banget dengan yang bernama natural alami hingga aku buang semua produk berpengawet dengan berbagai bahan kimia yang aku pikir ga perlu, diantaranya koleksi lipstik dan makeup ku. kalo diinget inget itu lucu banget, aku bener bener bego belum paham apa apa, dan semua perusak adalah musuhku. LOL

kalo aku bisa balik kewaktu itu aku ga akan membuang mereka dengan sia sia, dengan sumpah serapah, dan pikiran yang kusut, tapi aku akan mencoba netral, dan menggunakannya lebih bijak.

yah kira kira seperti itu yang bisa aku contohkan, menjadi netral menyenangkan juga. sekarang aku menikmati wajahku tanpa dan dengan makeup. keduanya sama sama baik.

tapi ada yang aku khawatirkan dengan pemahaman ku yang bisa berubah ubah sepanjang waktu berikutnya, entah itu baik atau buruk untukku. aku akan senang sekaligus khawatir bisa melaluinya.






amna






No comments:

Post a Comment

Sharing is caring <3

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...