Wednesday, 9 March 2016

[Bla Bla Bla] Selamat Hari Perempuan Sedunia 8 Maret 2016 + Perempuan Makhluk Kelas 2..?



Hi.. 

selamat hari perempuan sedunia kepada seluruh pembaca perempuan diblog amna home, aku harap kalian tidak pernah berhenti berusaha dan menyerah untuk mewujudkan impian kalian. 

ini kaki aku loh~ ga ada maksud apa apa loh~ 

Khusus dimomen ini aku ingin cerita sesuatu yang penting ga penting tapi penting untuk dipentingin. hahaha!

Jadi kemarin pas kami ngumpul ngumpul salah satu dari temen laki-laki ku ngomel “kok ga ada hari laki-laki sedunia ya? Enak banget jadi cewek ih”. Aku yang saat itu masi masi ngak ngeh bales “ya enak dong, perempuan selalu benar kan ya” #GakNyambung haha.. pada ngakak semua dan ribut.

 Tapi setelah aku pulang kerumah pertanyaan tadi jadi bulan bulanan diotak ku. Aku jadinya mikir gini tapi sorry ya sebelumnya jika yang aku pikirkan tidak berkenan dengan mu.

Itu hari perempuan sedunia adalah momen peringatan akan perempuan perempuan yang berjuang untuk mendapatkan keseimbangan dalam kelas masyarakat, sosial, budaya, dan agama. Dan jadi pengingat akan peran perempuan perempuan yang berperan penting dalam perkembangan sejarah yang memasuki berbagai aspek kehidupan. Peringatan hari perempuan sedunia ini juga untuk memutus standar standar rendah masyarakat tentang perempuan. 

Dan aku bersyukur sekali lahir di era ini karena sudah banyak yang menyadari hak perempuan untuk mendapatkan perlakuan yang layak seperti yang laki-laki dapatkan. Walapun begitu tidak semua perempuan yang beruntung, gak jauh jauh dilingkunganku sendiri aku menemukan bapak temenku yang bilang gini, “buat apa anak perempuan disekolahin tinggi tinggi toh nanti tempatnya didapur, sumur, dan kasur juga” dan itu benar benar terjadi temanku itu hanya dapat mengecap pendidikan sampai smp dan langsung dinikahin. Beda dengan saudara laki lakinya yang tamat sma dan bisa kuliah. Dan ketika aku hadir diacara pernikahannya aku cuma bisa ngelihat tatapan kosong dari matanya, seolah olah dia cuma boneka yang sedang dimainkan begini dan begitu. dan aku ga bisa berbuat apa apa selain berdoa semoga dia menemukan kebahagiaannya.

Lalu aku juga pernah denger percakapan keluarga ku sendiri (bukan papa dan mama ku) yang bilang “punya anak perempuan adalah hal yang paling berat”. “loh kenapa?”. “ya karena punya anak perempuan aib-nya gede, sekali rusak bikin malu keluarga 7 turunan”, aku habis denger percakapan ini langsung merinding. sebegitunya kah jadi perempuan?? perempuan pembawa aib yang gede bagi keluarga?? perempuan barang yang bisa rusak?? perasaanku rasanya seakan akan dibawa keposisi perempuan yang mereka bilang rusak tadi, betapa pedihnya perkataan dipercakapan tadi seolah olah mati adalah pilihan yang terbaik kalau semua itu terjadi. Sama sekali tidak ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Tidak ada support keluarga lagi jika sudah rusak, jangankan sudah rusak belum rusak saja sudah dianggap beban berat. Haha ga lucu.

bukan cuma itu aja, waktu aku tamat kuliah D3 aku ngelamar pekerjaan disebuah perusahaan industri waktu itu aku ngelamar dibagian lapangannya, karena aku pikir itu akan keren sekali aku bisa terjun langsung ke lapangan untuk bekerja (sesuai passion nih). tapi ketika diwawancara yang ngewawancarainya bilang "diperusahaan kami susah untuk nerima perempuan bekerja dilapangan soalnya perempuan itu (maaf) lemah ga bisa ini dan itu lah, apalagi kalau sudah menikah dan hamil pasti tentunya minta cuti hamil juga kami kan jadi rugi". aku ga bisa berkata apa apa soal ini. aku cuma bisa bilang "ooh begitu ya pak".. "iya" pewawancaranya melanjutkan "apalagi kalau nanti disuruh manjat manjat tangki" dan bla bla blaa blaaaa tebak sendiri gimana akhirnya. hahaha #GarukDinding 

Hayoo tebak kenapa semua ini bisa terjadi? karena kodratnya kah? karena budaya seperti itu kah? agama? standar sosial masyarakat? atau pendidikan mungkin? feel free to judge. lol (ini bakalan sensitif sekali kalau dibahas loh~) :v

Masih disudut sudut sana perempuan dianggap mahluk kelas 2 yang tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa apa selain mempergunakan tubuh kosongnya untuk bertahan hidup. Makhluk kelas 2 yang dibilang tipenya juga ada 2. seperti dilagunya kak cita citata “abang pilih yang mana~ perawan~ atau janda~” hahaha nangis aku kenapa jadi miris banget lirik lagumu kak citaaaa T^T sedih perempuan indonesia distereotypekan hanya berdasarkan organ reproduksi. hahahahaha.. hahahaha... hahahahahahahahahahahaha...!!! 

perempuan lebih dari sekedar itu loh~! 


bonus *cita citata perawan afa jandah*

asikk.. digoyang~ ( sebenernya matung bacain komen di youtubenya)




dan kalau seandainya saat ini kamu masih didalam lingkungan yang seperti ini cuma ada satu cara untuk keluar dari sana.

yaitu; 

"didik dirimu sendiri dan lakukan sesuatu"

walaupun aku masih single tapi mama ku mendidikku dengan keras soal ini. beliau bilang kalau perempuan itu wajib berpendidikan dan beliau juga sering bilang kalau kamu sudah menikah ka jangan selalu menampungkan tangan kepada suami. walaupun kita punya hak atas uangnya, dan dia punya kewajiban untuk menafkahi. karena kalau kita tidak punya kemampuan apapun (tidak berpendidikan/pemalas) dan bisanya cuma nampungin tangan aja~! kita akan diinjak injak ga pun itu oleh suami, keluarganya, tetangganya, teman temannya, dan lingkungannya. 

dan nasehat ini sudah turun temurun dari nenek nenekku kegenerasi berikutnya sampai ke aku sekarang. trus mama ku itu lebih menekankan untuk melakukan sesuatu yang bisa mengangkat harga diri. kan ga tau nasip kedepannya gimana??  setidaknya sudah ada persiapan untuk hal yang terburuk.  yaa perempuan perempuan di keluarga mama ku rata rata emang komplotan frontal garis keras dalam hal ini, tapi maksudnya baik kok.

tentunya kita berhak menentukan bagaimana hidup kedepannya nanti, dan tubuhmu milikmu sepenuhnya, kamu bukan barang atau perhiasan, kamu manusia seutuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki! lakukan apa yang menurutmu benar. kamu jagoannya, cuma kamu sendiri yang bisa mengubahnya. dan ambil peranmu sekarang juga! 

karena kalau dengan membalas dan membenci itu hanya akan semakin memperburuk keadaan serta semakin merendahkan martabat diri kita sendiri sebagai perempuan. bila ada yang menghina itu hanya mendefenisikan siapa orang yang menghina itu, rata rata mereka hanya membela egonya dan ketidakmampuannya. sama sekali bukan masalah besar.

ok~ kalau begitu.. bahagialah 


stay awesome and keep stroooooonggggg!!!


love yaaa <3
amna



16 comments:

  1. aahhhh bagys banget posnya mbaak<3 bener banget jadi perempuan itu kadang dicap ini itu. Perempuan harus kuat ah. harus bisa berdiri untuk dirinya sendiri^^ <3

    www.blackxugar.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. seetrooooooooooongggggg~!!! hahaha~ :D

      Delete
  2. bener. perempuan harus bisa cari duit sendiri. biar gak minta melulu sama suami. perempuan harus berpendidikan. seandainya situasi dan kondisi membuatnya tidak mampu meraih cukup pendidikan, setidaknya dia harus rajin, ulet, berani dan terampil. hidup perempuan....!

    ReplyDelete
  3. Ini bener. Pihak keluarga jauh mamaku juga berpikiran gitu. Jadi keluarga inti dari mama memang semua paling mentok sarjana dan berhasil, ada yang lagi S2 dan S3 cewe - cewenya. Entah sirik apa bagaimana, di luar dari keluarga inti pasti bilang,"Ngapain nyekolahin sampe doctor, nanti juga di ambil sama orang lain."

    Ngadepin orang kaya gitu, mending disenyumin. Lelah ngejelasin.


    iamvinaeska.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. bener komentar yang ga penting itu mah. dan bersyukur sekali bisa berada dilingkungan keluarga mementingkan pendidikan :D

      Delete
  4. Iya, perempuan selalu dianggap hanya berisi : Perasaan, ketidak rasional-an serta kelemahan. Duh, padahal perempuan jaman sekarang keren2

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaa anggapan jadul kayak gitu mesti dipatahkan

      Delete
  5. justru perempuan kudu pinter dan cerdas...karena nanti akan mendidik anak-anaknya...

    ReplyDelete
  6. aduh kalo soal harus bisa menghasilkan duit saya ga setuju untuk sekarang mbak. lha gimana ya kenyataannya saya punya anak dua kecil-kecil belum bisa ngapa-ngapain (baca: cari duit).

    tapi saya percaya bahwa there will be a chance.

    masih ingat dan selalu ingat ucapan michelle obama, "saya merasa tubuh saya dalam keadaan terbaik pada usia 45 tahun. yaitu ketika anak-anak sudah beranjak besar dan saya jadi punya waktu untuk merawat diri." *oh yes*

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup suatu hari akan ada kesempatan, tapi aku pikir bukan cuma soal cari duit mba, itu lebih spesifik opini mamaku. cuma aku mikirnya ada banyak hal yang bisa dilakukan selain itu diberbagai kesempatan.

      maaf juga aku belum tau gimana rasanya punya dua anak kecil yang belum bisa ngapa ngapain. hahaha tapi yah enjoy aja :D

      Delete
  7. Hidup perempuaaann! Hihihi
    Kalau jaman sekarang sepertinya kiprah perempuan udah makin banyak dan berkualitas ya mbak, utamanya di dunia kerja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup sudah banyak, tapi kayaknya belum merata apalagi di dunia engineering kiprah wanita masi dihitungan jari #nangis #guling-guling

      Delete
  8. kalau yg di kota2 besar mungkin idh jarang berpikiran begitu ttg perempuan. yg masih rame yaaaa yg di sini sini, di desa sini.
    yup perempuan memnag kudu seterooonggg lahir dan batin, nice share mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya didesa orang tua tua masi pada kolot pemikiranannya, jadi perempuan yang lahir didesa harus berpendidikan dan setroooong~ untuk melawan arus kekolotan. sama sama semoga bermanfaat mba :D

      Delete

Sharing is caring <3

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...