Wednesday, 21 October 2015

Manusia Berbulu yang Absurd


aku pernah dengar seseorang bilang gini, seekor burung hanya mau berkumpul dengan burung burung yang bulunya sama. yaa kayaknya bener juga, dari sekian banyak spesies burung yang ada keliatannya mereka memang lebih suka berkumpul dengan yang sebulu. 

tapi apa ini berlaku untuk manusia? secara spesies kita adalah spesies paling kompleks yang pernah ada. tapi sepertinya itu juga berlaku bukan berdasarkan bulu rambut masing masing, tapi berdasarkan naluriah alami untuk berkumpul dengan orang orang yang bisa dibilang setipe.


sifat naluriah itu bisa jadi kayak pola pikir, status sosial, hobi, simbiosis, dll. sehingga masing masing dari mereka akan merekatkan semua yang memang terhubung. aaah ini kayak teman teman kuliah dan sekolah ku dulu. dalam satu kelas kalo di peta-kan mereka akan terbagi menjadi pecahan kelompok baru yang  bisa disebut "geng". kalo aku amati mereka akan menjadi sangat terfokus dengan orang orang yang sudah mereka akui didalam kelompok tersebut. hingga kadang keberadaan orang lain didalam kelompok tersebut dianggap sangat menggangu. 

hoo ya? mengganggu? iya, karena orang orang yang berada didalam kelompok itu sudah seperti harmoni, yang bila tiba tiba dimasukin harmoni baru yang tidak seimbang akan terjadi benturan yang merusak. sebenernya aku sedikit iri dengan mereka yang sudah menemukan yang sebulu dengan mereka. oopps~ ! karena sampai sekarang aku belum menemukan yang sebulu denganku. maka jadilah aku spesiel langka yang duduk dipojokan sambil nguyang momogi. yumm~



karena aku spesies langka, maka hal yang paling sering aku lakukan adalah mengamati lingkungan. dan bertingkah seolah ada dan ga ada. padahal semua dibawah pengamatan ku. hohoooh~ sepertinya aku orang yang cukup berbahaya #becanda

dari semua pengamatan itu aku menemukan beberapa hal yang menarik. seperti beberapa orang diantara mereka ada yang memoles bulunya supaya sama dengan bulu tertentu. orang orang ini ada yang bertahan lama, dan ada yang langsung ketauan. keinginan untuk sama dan diakui oleh kelompok tertentu membuat mereka memaksakan diri sendiri hingga kadang mereka sadar tidak sadar itu menyiksa diri mereka sendiri.

 dan yang paling sedihnya perlahan orang ini kehilangan jati dirinya sendiri dan dimasa berikutnya dia tidak akan mengenal sama sekali siapa dirinya, hingga selalu jenuh dengan apapun (ini berlaku untuk orang yang bertahan lama), sedangkan yang langsung ketauan akan menjadi si rendah diri yang tidak akan pernah sadar potensi besarnya dalam waktu yang cukup lama.

sayang sekali ya..

ini pasti gara gara dari kecil kita sudah di doktrin kalau besar nanti ingin jadi dokter, ingin jadi polisi, ingin PNS. ga ada yang diajarin kalo besar nanti ingin menguasai dunia. huahahahah~!! :v

soalnya kejahatan yang dilakukan setiap hari, bisa jadi kebenaran yang sebenarnya kenyataan hidup #baper


tapi hidup akan terus berlanjut. itu pun jika kita masi tetap menginginkannya. karena itu masi ada kesempatan untuk menarik nafas sedalam mungkin dan menghembuskannya sebebas bebasnya untuk merenungkan diri, mencari kesempatan untuk menempa diri, dan kesempatan untuk belajar lagi. hingga memungkinkan mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sekali lagi. sebagai bonusnya kita akan menemukan komplotan berbulu itu secepat mungkin.




amna



No comments:

Post a Comment

Sharing is caring <3

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...