Friday, 16 March 2012

Etanol Gel


Parafin merupakan bahan bakar padat yang seringkali digunakan oleh para tentara yang sedang bertugas di hutan - hutan dan para pencinta alam pun sering kali menggunakannya sebagai bahan bakar. Bentuknya yang sangat ringkas sangat bermanfaat digunakan dalam kondisi darurat. Nama lain parafin jika di luar negeri disebut Hexamine Solid Fuel Tablets. Beberapa negara dijual dengan nama ESBIT, (Erich Schumm Brennstoff In Tabletten - Erich Schumm fuel in tablets).
Parafin sangat praktis dibawa dalam perjalanan, tidak ada resiko tumpah diransel atau dalam kemasan. Selain itu parafin sangat mudah didapatkan di supermarket, toko peralatan outdoor dan juga terdapat di toko penjual seragam TNI/ Polri. Aplikasi parafin juga dipakai oleh agent catering untuk menghangatkan makanan. Tetapi parafin juga mempunyai beberapa kekurangan dan akibat buruk dalam penggunaannya. Parafin bersumber dari minyak bumi sehingga tidak terbaharukan, menimbulkan jelaga selama pembakaran serta menimbulkan emisi gas beracun. Selain itu, bau hasil pembakaran parafin cukup kuat dan menyengat. Karena itu banyak yang tidak suka memasukan parafin kedalam tas akibat bau parafin.

Ethanol gel memiliki beberapa kelebihan dibanding bahan bakar padat parafin yaitu terbaharukan, selama pembakaran tidak berasap, tidak menimbulkan jelaga, tidak menghasilkan gas berbahaya, bersifat non karsinogenik dan non korosif. Bentuknya gel memudahkan dalam pengemasan dan pendistribusian. Ethanol gel sangat cocok digunakan untuk pemanas pada saat pesta, pada saat berkemah, dan untuk keperluan tentara. Untuk membuat ethanol gel dibutuhkan pengental berupa tepung, seperti kalsium asetat, atau pengental lainnya seperti xanthan gum, carbopol dan berbagai material turunan selulosa. Untuk pengental jenis carbopol dibutuhkan air untuk membentuk struktur gel yang diinginkan. Pada carbopol, pH sangat berpengaruh dalam pembentukan gel, carbopol terbentuk gel dengan kisaran pH 5-7 dan pH dapat diatur pada nilai yang netral, sifat gel dapat dirusak dengan nilai pH yang berlebih yaitu menggunakan basa sederhana anorganik, seperti sodium, ammonium, atau potassium hidroksida atau garam basa seperti sodium carbonat.

Variabel – variabel proses saat pembuatan ethanol gel yang mungkin berpengaruh terhadap karakteristik gel yang dihasilkan antara lain: kadar etanol, jumlah penambahan carbopol, pH campuran dan pengadukan. Karena etanol bersifat asam dan carbopol efektif pada rentang pH 5-7 maka pH campuran dikendalikan dengan penambahan NaOH. Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja. Merupakan sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalamkehidupan sehari-hari.

Etanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh lewat proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Bahan baku pembuatan etanol dapat berupa ubi kayu, jagung, ubi jalar, dan tebu. Semuanya merupakan tanaman penghasil karbohidrat yang sangat mudah ditemukan di Indonesia karena iklim dan keadaan tanah Indonesia yang mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Di Indonesia, ubi kayu dinilai sebagai sumber karbohidrat yang paling potensial untuk diolah menjadi etanol. Hal ini karena ubi kayu memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit, dapat diatur waktu panennya serta dapat tumbuh di tempat yang kurang subur. Namun, kadar patinya tergolong rendah (30%) dibandingkan dengan jagung (70%) dan tebu (55%) (Agil,2007).

Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar. Etanol adalah salah satu bahan bakar alternatif (yang dapat diperbaharui) yang ramah lingkungan yang menghasilkan gas emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bensin atau sejenisnya. Etanol jelas lebih menguntungkan karena lebih ramah lingkungan dan bahan bakar alternatif yang satu ini dapat diperbaharui (renewable).
Sifat-sifat fisis etanol (Perry,1984) :
· Rumus molekul : C2H5OH
· Berat molekul : 46,07 gram / mol
· Titik didih pada 1 atm : 78.4°C
· Titik beku : -112°C
· Bentuk dan warna : cair tidak berwarna
· Spesifik gravity : 0,786 pada 20°C
Sifat-sifat kimia etanol (Vogel,1985) :
· Bersifat hidrofob
· Rantai karbon cukup panjang
· Untuk minuman diperoleh dari peragian karbohidrat

Gel
Gel adalah sistem padat atau setengah padat dari paling sedikit dua konstituen yang terdiri dari massa seperti agar yang rapat dan diisi oleh cairan. Gel terdiri dari dua fase kontinyu yang saling berpenetrasi. Fase yang satu berupa padatan, tersusun dari partikel – partikel yang sangat tidak simetris dengan luas permukaan besar, sedang yang lain adalah cairan (Martin, 1993).

Pembentukan Gel
Pada prinsipnya pembentukan gel hidrokoloid terjadi karena adanya pembentukan jala atau jaringan tiga dimensi oleh molekul primer yang terentang pada seluruh volume gel yang terbentuk dengan memerangkap sejumlah air didalamnya.
Terjadi ikatan silang pada polimer-polimer yang terdiri dari molekul rantai panjang dalam jumlah yang cukup maka akan terbentuk bangunan tiga dimensi yang kontinyu sehingga molekul pelarut akan terjebak diantaranya, terjadi immobilisasi molekul pelarut dan terbentuk struktur yang kaku dan tegar yang tahan terhadap gaya maupun tekanan tertentu. Gelasi merupakan fenomena yang melibatkan penggabungan, atau terjadinya ikatan silang antar rantai-rantai polimer.
Ada tiga teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan pembentukan gel yaitu :
1. Teori adsorpsi pelarut
Teori ini menyatakan bahwa gel terjadi sebagai akibat adsorpsi molekul pelarut oleh partikel terlarut selama pendinginan yaitu dalam bentuk pembesaran molekul akibat pelapisan zat terlarut oleh molekul-molekul pelarut. Pembesaran partikel terjadi terus menerus sehingga molekul zat telarut yang telah membesar bersinggungan dan tumpang tindih melingkari satu sama lain sehingga seluruh system menjadi tetap dan kaku. Adsorpsi zat pelarut akan meningkat dengan makin rendahnya suhu.
2. Teori jaringan tiga dimensi
Teori ini menyatakan bahwa kemampuan senyawa-senyawa untuk mengadakan gelasi disebabkan oleh terbentuknya struktur berserat atau terjadinya reaksi di dalam molekul itu sendiri dan membentuk serat. Selama pendinginan serat tersebut membentuk jaringan tiga dimensi. Ikatan yang menentukan dalam jaringan tiga dimensi kemungkinan merupakan ikatan primer dari gugus fungsional dan ikatan sekunder yang terdiri dari ikatan hidrogen atau dapat juga terjadi antara gugus alkil. Tipe ikatan yang terdapat dalam jaringan tiga dimensi akan menentukan tipe gel yang dihasilkan.
3. Teori orientasi partikel
Teori ini menyatakan bahwa pada sisi tertentu terdapat kecenderungan bagi partikel terlarut dan solven untuk berorientasi dalam konfigurasi yang tertentu melalui pengaruh gaya dengan jangkauan yang panjang, seperti yang terjadi pada kristal. Mekanisme pembentukan gel dapat berbeda-beda tergantung pada jenis bahan pembentuknya. Diantaranya yang paling berbeda dalam hal jenis dan sifatsifatnya adalah gel yang dibentuk oleh gelatin, suatu jenis protein dan gel yangdibentuk oleh polisakarida.

Gelling Agent
Bahan pembentuk gel (gelling agent) adalah bahan tambahan pangan yang digunakan untuk mengentalkan dan menstabilkan berbagai macam makanan seperti jeli, makanan penutup dan permen. Bahan ini memberikan teksturmakanan melalui pembentukan gel.Beberapa bahan penstabil dan pengental juga termasuk dalam kelompok bahan pembentuk gel. Untuk membuat ethanol gel dibutuhkan pengental berupa tepung, seperti kalsium asetat, atau pengental lainnya seperti xanthan gum,carbopol ,HPMC (Hydroxy Propil Methil Cellulose) dan berbagai material turunan selulosa. Untuk pengental jenis polimer carboxy vinyl seperti carbopol dibutuhkan air untuk membentuk struktur gel yang diinginkan (Tambunan, 2008).

1. Carbopol 940 (Carboksipolimetilen)
Nama lain carbopol adalah acritamer, acrylic acid polymer, carbomer. Dengan rumus molekul (C3H4O2)n. untuk jenis carbopol 940 mempunyai berat molekul monomer sekitar 72 gr/mol dan carbopol ini terdiri dari 1450 monomer (Avinash,2006). Carbopol merupakan salah satu jenis gelling agent digunakan sebagian besar di dalam cairan atau sediaan formulasi semisolid berkenaan dengan farmasi sebagai agent pensuspensi atau agent penambah kekentalan. Digunakan pada formulasi krim, gel dan salep dan kemungkinan digunakan dalam sediaan obat mata dan sediaan topikal lain. Rumus bangun dari carbopol
Rumus bangun monomer carbopol

Carbopol berwarna putih berbentuk serbuk halus, bersifat asam, higroskopik, dengan sedikit karakteristik bau. Carbopol dapat larut di dalam air, di dalam etanol (95%) dan gliserin, dapat terdispersi di dalam air untuk membentuk larutan koloidal bersifat asam, sifat merekatnya rendah.
Carbopol bersifat stabil dan higroskopik, penambahan temperatur berlebih dapat mengakibatkan kekentalan menurun sehingga mengurangi stabilitas. Carbopol mempunyai viskositas antara 40.000 – 60.000 cP digunakan sebagai bahan pengental yang baik memiliki viscositasnya tinggi, menghasilkan gel yang bening. Carbopol digunakan untuk bahan pengemulsi pada konsentrasi 0,1- 0,5%B, bahan pembentuk gel pada konsentrasi 0,5-2,0%B, bahan pensuspensi pada konsentrasi 0.5–1.0 % dan bahan perekat sediaan tablet pada konsentrasi 5 – 10 % (Rowe, et. al.,2003 dalam Puryanto, 2009).

Dalam medium berair, polimer seperti carbopol 940 ini yang dipasarkan dalam bentuk asam bebas, mula mula terdispersi secara seragam. Setelah tidak ada udara yang terjebak, gel dinetralkan dengan basa yang cocok. Muatan negative pada sepanjang rantai polimer menyebabkan polimer tersebut menjadi terurai dan mengembang. Dalam sistem berair, basa sederhana anorganik, seperti sodium, ammonium, atau potassium hidroksida atau garam basa seperti sodium carbonat dapat digunakan. pH dapat diatur pada nilai yang netral, sifat gel dapat dirusak oleh netralisasi yang tidak cukup atau nilai pH yang berlebih. Amina tertentu seperti TEA biasanya digunakan dalam produk kosmetik (Libermann,1996). Carbopol 940 akan mengembang jika didispersikan dalam air dengan adanya zat-zat alkali seperti TEA (trietanolamin) atau diisopropilamin untuk membentuk suatu sediaan semipadat (Lachman, et.al.,1989 dalam Puryanto,2009)

2. Karagenan
Istilah Carrageenan (karagenan) yang pada mulanya digunakan untuk menamakan ekstrak dari Chondrus crispus diambil dari nama desa yang bernama Carraghen yang terletak di pantai selatan Irlandia, flan (kue pastry) dibuat dengan memasak irish moss (spesies alga merah, Chondrus crispus) dengan susu. Saat ini pemanfaatan karagenan tidak hanya terbatas pada industri makanan saja, tetapi juga pada industri-industri lain seperti farmasi, kosmetik, bioteknologi, tekstil dan lain sebagainya. Terdapat beberapa definisi karagenan yang umum dipakai karagenan dapat didefinisikan sebagai campuran polisakarida yang mengandung
sulfat yang diekstrak dari alga merah . karagenan adalah nama umum dari golongan polisakarida pembentuk gel dan pengental yang diperoleh secara komersial melalui proses ekstraksi dari
spesies alga merah (Rhodophyceae) tertentu. Karagenan diberi nama berdasarkan persentase kandungan ester sulfatnya, Kappa: 25%, Iota: 32 % dan Lambda: 35 % . Karagenan dapat membentuk gel dengan baik, sehingga banyak digunakan sebagai gelling agent dan pengental (Suptijah, 2002).

3. HPMC
Nama lain dari HPMC antara lain, hypromellose, methocel, hydroxypropilmethilcellulose, metolose, pharmacoat. Rumus kimia HPMC adalah CH3CH(OH)CH2. HPMC secara luas digunakan sebagai suatu eksipien di dalam formulasi pada sediaan topical dan oral. Dibandingkan dengan metilselulosa, HPMC menghasilkan cairan lebih jernih. HPMC juga digunakan sebagai zat pengemulsi, agen pensuspensi, dan agen penstabil di dalam sediaan salep dan gel. Sifat merekat dari HPMC apabila sediaan menggunakan bahan pelarut organic cenderung menjadi lebih kental dan merekat, terus meningkatnya konsentrasi juga menghasilkan sediaan yang lebih kental dan merekat. Daya larutnya yaitu dapat larut di dalam air dingin, membentuk satu larutan koloid merekat, pada kenyataannya tidak dapat larut di dalam cloroform, etanol (95%) dan eter, tetapi dapat larut di dalam campuran dari etanol dan dichloromethane, campuran dari metanol dan dichloromethane, dan campuran dari alkohol dan air. Titik gel adalah 50-90 0C, tergantung pada konsentrasi dan nilai material. Hypermellose (HPMC) secara umum diakui sebagai bahan tidak beracun dan non iritasi, walaupun konsumsi oral berlebihan mungkin punya satu efek laksatif.

4. Kalsium Asetat
Kalsium asetat adalah garam dari asam asetat, mempunyai rumus molekul (Ca(CH3COOH)2. Nama IUPAC untuk kalsium asetat adalah kalsium etanoat danmnama lain kapur asetat. Mempunyai bentuk anhidrat dan sangat higroskopis. Jika alcohol ditambahkan kedalam larutan jenuh kalsium asetat maka suatu sediaan semisolid gel terbentuk dan mempunyai sifat mudah terbakar. Gel yang dihasilkan berwarna putih dan berbentuk menyerupai bola salju

Sifat-sifat kalsium asetat antara lain :
· Berat Molekul : 158,17 gr/mol
· Berat Jennis : 1,6 gr/cm3
· Penampilan : putih padat dan higroskopis
· Titik lebur : 160 oC
· Kelarutan dalam air : 37,4 gr/100ml (0 oC)
                                       34,7 gr/100ml (20oC)
                                       29,7 gr/100ml (100oC)
Sedikit larut dalam methanol dan larut dalam aseton, etanol dan benzene Untuk membuat ethanol gel, dosis kalsium asetat untuk bahan campuranmcukup 1-5%B. Kalsium asetat berbentuk tepung itu lalu diencerkan dengan air sebanyak 20% dari jumlah bioetanol. Selanjutnya dicampur etanol berkadar 70- 85%. Rasio antara pengental dan etanol perbandingannya 1:7. Setelah itu ditambahkan 5% Natrium Hidroksida sebagai penyeimbang pH agar tingkat keasaman 5-6. Saat menambahkan Natrium Hidroksida kecepatan aduk ditingkatkan 2 kali lipat. Untuk membuat 200 g gel kecepatan aduk berkisar 2.500 rpm

Ethanol gel adalah etanol dengan bentuk fisik berupa gel. Produk ethanol gel sangat prospektif dikembangkan. Keunggulan dari ethanol gel dibandingkan fase cairnya yaitu praktis dan aman. Praktis karena berbentuk gel sehingga bias disimpan di dalam botol serta tidak mudah tumpah. Dalam bentuk gel, factor keamanan dalam penggunaan etanol dalam rumah tangga pun terjamin karena produk ethanol gel tidak mudah menguap (volatile) dan tidak mudah terbakar. Seandainya pun ethanol gel tumpah dalam keadaan masih terbakar, kekentalannya tidak akan membuatnya cepat mengalir seperti halnya etanol dalam bentuk cair. 

Ethanol gel merupakan produk aman karena tidak volatil serta tidak mengeluarkan asap atau gas beracun ketika dibakar. Untuk membentuk ethanol gel ini diperlukan bahan pengental etanol. Bahan yang digunakan dalam hai ini berupa carbopol yang merupakan polimer asam akrilik. carbopol dicampurkan ke dalam etanol dan dihomogenisasi. Lalu, beberapa milliliter Natrium Hidroksida (NaOH) ditambahkan ke dalam campuran agar terbentuk gel. Tujuannya untuk mengubah pH campuran menjadi semakin tinggi karena gel akan terbentuk jika pH campuran meningkat (Vivandra,2009). Ethanol gel dapat digunakan sebagai bahan alternatif yang aman pengganti parafn karena keuntungan utama menggunakannya adalah ethanol gel tanpa asap dan tidak ada emisi gas berbahaya. Masyarakat di Afrika Selatan yang telah memakai ethanol gel mengatakan bahwa hasil pembakaran ethanol gel bersih dantidak menimbulkan jelaga pada panci bekas memasak.

Evaluasi Program Iptek Pembagian Wilayah


EVALUASI PROGRAM IPTEKS BAGI WILAYAH
Kata kunci dalam filosofi ipteks wilayah:
Entrepreneurship, pemberdayaan (perubahan sikap, income generating), terintegrasi dengan RPJMD otonomi daerah, alih IPTEKS partisipatif ( dari, oleh, dan untuk masyarakat) sinergis, keberlanjutan, keberpihakan kepada yang lemah.

TAHAP
KEGIATAN
PT
PEMDA
MASYARAKAT
Persiapan
Sosialisasi
Menyampaikan rencana program secara detail kepada bupati dan jajarannya
Menerima dan mendiskusikan manfaat dari program bersama sama dinas terkait
Mengetahui rencana program lewat kecamatan, kepala desa dan tokoh masyarakat

Rencana program
Menyampaikan rencana lokasi dan program program yang diusulkan dari observasi sebelumnya
Mendiskusikan  dengan dinas terkait. Untuk mensinergikan  dengan RPJMD
Menyampaikan koreksi usulan program dan menyampaikan uslan sesuai dengan RAKORBANGDES

Program
Menyiapkan sejumlah mahasiswa, pakar dan ipteks yang diperlukan membuat proposal proposal program yang akan dikerjakan sesuai keinginan masyarakat setempat
Mengkoordinasikan dengan dinas dinas terkait dengan usulan proposal proposal yang diajukan PT
Mensosialisasikan kepada masyarakat lewat RT masing masing, program yang akan dilaksanakan di masing masing wilayah

Dana
Sesuai dengan kesepakatan membuat rencana anggaran DP2M
Menyiapkan anggaran sesuai program program yang disepakati sesuai dengan RPJM dan disetujui DPRD
Berpartisipasi sesuai kemampuan masing masig desa dan masyarakatnya







Membuat network
Menyetujui network dengan acc
Mengetahui dan menyetujui rencana kegiatan








Pelaksanaan
Bidang fisik




Bidang peningkatan produksi
Disesuaikan dengan 21 sektor pembangunan
Sesuai RPJMD
Berpartisipasi pada tiap-tiap program

Bidang social budaya




Bidang kesehatan



Evaluasi

Menyampaikan % hasil kegiatan program-program yang dilaksanakan, hambatan yang ada dan penyempurnakan dan menyampaikan program-program selanjutnya
Mendiskusikan hasil-hasil pemantulan dan merencanakan kegiatan-kegiatan tahunan beriut dari hasil evaluasi
Menyampaikan hasil hasil program yang dilaksanakan, puas atau masi kurang atau kecewa dan menyampaikan alasannya

Manfaat program
Masukan bagi PT
Bagi pemda
Bagi masyarakat


Hasil 21 sektor pembangunan
Peran pemda terhadap program
Peran masyarakat dalam program
Berlanjutan

Merencanakan program selanjutnya sebagai hasil evaluasi penyempurnaan proposal proposal kegiatan selanjutnya
Mensinergikan program program sebagai kelanjutan dan setuju mengalokasikan anggaran tahun berikutnya
Mendiskusikan dengan masyarakat dengan tokoh masyarakat untuk program berikutnya dan peran masyarakat diaharapkan akan meningkat






Questioner  bagi perguruan tinggi
1.       Berapa jumlah team (dosen dan mahasisiwa) anda dari disiplin apa saja
2.       Bagaimana cara untuk membentuk team yang kompak dan solid
3.       Sosialisasi didalam team berapa kali, ada masukan dari mereka
4.       Susuanan organisasi dan tanggung jawab masing masing
5.       Bagaimana menterjemahkan pengertian demokrasi, tranparan, akuntable, dan sustainable
6.       Bagaimana penyusunan program program yang akan dikerjakan dikawasan
7.       Bagaimana membuat network bersama masyarakat, pamong, dan pemda
Anggaran yang digunakan dalam program
DP2M…………….Rp
Pemda ………….Rp
Masyarakat dan dalam bentuk apa swadaya masyarakat (diuangkan)………..Rp

Program kerja sesuai dengan RPJMD dibidang apa (21 SEKTOR PEMBANGUNAN)
Program peningkatan produksi pertanian
Program social buaya
Program fisik
Program kesehatan
Hasl kegiatan ada :  peningkatan ekonomi masyarakat, keterampilan, kesdaran, pendidikan dll
Apa permasalahan menjalankan program dan bagaimana mengatasinya
Untuk kesinambungan apa yang dilakukan dalam kawasan
Usulan kegiatan apa untuk tahun berikutnya, apa manfaat program bagi PT


BAGI MASYARAKAT
·         Aparat desa
Bapak tahu program dari mana ? a. kecamatan
                                                                   b. sosialisasi PT
                                                                  c. masyarakat
penyusnan prpgram IBW apa yang bapak libatkan
perlibatan dalam bentuk? a. diskusi , b. dialog, c. menyetujui program saya
program yang dilaksanakan bermanfaat bagi masyarakat
a.       Peningkatan pendapatan masyarakat
b.      Peningkatan kesadaran masyarakat
c.       Peningkatan pendidikan masyarakat
d.      Semuanya
Program ini tidak bermanfaat bagi masyarakat , karena
a.       Tidak ada hasilnya
b.      Masyarakat tidak dilibatkan
c.       Program tidak dibutuhkan masyarakat
Kalau ada program seperti itu lagi apa usul bapak
·         Tokoh masyarakat
Bapak tau program ini dari mana
a.       Kepala desa
b.      Sosialisasi PT
c.       Masyarakat
program apa saja yang dilakukan didesa bapak
pada saat menyusun program bapak dilibatkan apa tidak
ada tidak manfaat program bagi masyarakat
kalau tidak sebabnya apa
·         pemuda setempat
anda tah program IBW dari mana
a.       Kepala desa
b.      Sosialisasi PT
c.       Masyarakat
Program apa saja yang dilakukan didesa anda
Pada saat menyusun program pemuda dilibatkan apa tidak
Ada tidak manfaat program bagi pemuda pemudi
Kalau ada seperti apa
Apa usul anda apabila program itu akan diadakan lagi
·         Pemda
Apa manfaat program bagi daerah
Seberapa besar  pendampingan yang diberikan pertahun
                                I.            Rp
                              II.            Rp
                            III.            Rp
Program IBW apa yang dinyatakan berhasil didaerah kabupaten dan desa

Rekapitulasi program sibermas /IBW
Tahun ……………………./Tahun……………….
Bidang program
Sektor
Sub sektor
Uraian
Volume pekerjaan
jumlah

ukuran

PF
1
1
Peningkatan pembangunan irigasi





1.1   pembuatan





1.2 perbaikan




2
Pengembangan air tanah dan penampungan air hujan




3
Usaha pengembangan sumber sumber air



3
1
Pemasyarakatan penggunaan alat hemat energi




2
Pengembangan sumber sumber energy alternative




3
Pengembangan pengadaan listrik
3.1   tenaga air mikro
3.2   tenaga angin



4
1
Prasarana tranportasi
1.1   pembuatan jalan
1.2   pelebaran jalan
1.3   pengerasan jalan
1.4   pembuatan jalan
1.4.1          jembatan bamboo
1.4.2          jembatan kayu
1.4.3          jembatan beton
1.5   perbaikan jembatan
1.5.1          jembatan bamboo
1.5.2          jembatan kayu
1.5.3          jembantan beton




2
Saluran air pinggir
Jalan/drainase/gorong-gorong
2.1 pembuatan
2.2 perbaikan





Perbaikan dan pemugaran kampong serta lingkungan pemukiman di pedesaan
Prasarana lingkungan
1.1   pemugaran
1.1.1          tempat ibadah
1.1.2          balai desa
1.1.3          gedung TK



di…………………..





1.1.4 tugu


(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)



1.2   papan petunjuk
1.2.1          nama jalan
1.2.2          nama instans/dinas
1.2.3          nama pamong
1.3   pagar halaman pekarangan
1.3.1          pembuatan
1.3.2          perbaikan
1.4   penerangan jalan
1.4.1          pembuatan
1.4.2          perbaikan
1.5   pengadaan air bersih
1.5.1          pompa air
1.5.2          bak penampungan
1.5.3          saluran




2
Penyediaan fasilitas social
2.1 lapangan olah raga
2.1.1 pembuatan
       2.1.1.1 lapangan voly
       2.1.1.2 badminton
       2.1.1.3 pingpong
2.1.2 perbaikan
        2.1.2.1 lapangan voly
        2.1.2.2 sepak bola
        2.1.2.3 lapangan olah raga
2.2 pos ronda
       2.2.1 pembuatan
       2.2.2 perbaikan




1
Rehabilitasi sumber alam melalui pendekatan terpadu daerah aliran sungai dn wilayah:
1.1   pengembalian fungsi daerah       aliran sungai
1.2   rehabilitasi sungai




2
Program invetarisasi dan evaluasi sumber daya alam dan lingkungan hidup




3
Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup





MCK





taman





Pembuatan kolam percontohan





Pembuatan peta desa





Pembuatan kandang





Pembuatan bak sampah





Pembuatan tempat main TK




Rekapitulasi program sibermas /IBW
Tahun ……………………./Tahun……………….
di…………….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
PP
1
1
Usaha-usaha diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi serta:
1.1   pertanian tanaman pangan
1.2   tenaman perkebunan
1.3   kehutanan
1.4   peternakan




2
Peningkatan produksi pangan
2.1 pengingkatan penanganan pasca panen
2.2 peningkatan pembinaan usaha tani
2.3 perluasan pemanfaatan lahan: lahan kering, pekarangan dan rawa
2.4 pemanfaatan teknologi tepat




3
Peningkatan produksi perkebunan
3.1 upaya peremajaan dan rehabilitasi
3.2 penganekaragaman komoditas
3.3 pemanfaatan lahan (kering dan                            transmigrasi) untuk tanaman industry perkebunan
3.4 penyuluhan dan pengingkatan efisiensi serta pemanfaatan teknologi tepat guna




4
Peningkatan produksi pangan




5
Peningkatan produksi peternakan
5.1 usaha pembinaan daerah produksi dan pengembangan daerah yang baru
5.2 peningkatan jumlah maupun mutu ternak
5.3 pemeliharaan kesehatan ternak
5.4 pemanfaatan limbah pertanian, penertiban, dan pengamanan huntan




6
Peningkatan produksi hutan
6.1 penyempurnaan tata guna dan pemanfaatan hasil hutan
6.2 usaha perlindungan, penertiban dan pengamanan hutan
6.3 penanaman  kembali dan konversi sebagai hutan alam menjadi hutan buatan




7
Peningkatan penggunaan air secara efisien melalui pembinaan kelompok tani pemakaian air



18
1
Rehabilitasi sumber alam melalui pendekatan terpadu daerah aliran sungai dan wilayah:
1.1   peningkatan rehabilitasi hutan dan tanah kritis
1.2   konservasi tanah
1.3   rehabilitasi sungai, danau, rawa, dan hutan bakau
1.4   pengembangan fungsi daerah aliran sungai
1.5   pengembangan reboisasi hunta




2
Program inventarisasi dan evaluasi sumber daya alam dan lingkunganhidup




3
Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup



2
1
Industry rumah tangga
1.1   tahu/tempe
1.2   gula kelapa
1.3   minyak kelapa
1.4   anyaman
1.5   pembibitan
1.6   penghijauan
1.7   pemupukan
1.8   tamanisasi
1.9   pemberantasan hama
1.10            HMT




Rekapitulasi program sibermas /IBW
Tahun ……………………./Tahun……………….
di…………….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
SB
4
1
Peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan
1.1   penyuluhan dan pemibinaan kelompok seni dan budaya
1.2   pembinaan kelompok industry kerajinan
1.3   usaha pemeliharaan, pengenalan dan pengembalian budaya bangsa
1.4   upaya dan pencegahan dampak negative kepariwisataan



2
1
Pembangunan industry kecil informal maupun tradisional
1.1   bimbingan teknis dan kepengusahaan
1.2   peningkatan produktivitas dan mutu produksi
1.3   penyedian bahan bakudan perluasan pemasaran



5
1
Peningkatan kesadaran koperasi : pendidikan penyuluhan dan pembinaan pengelolaan koperasi




2
Pemasyarakatan, pendidikan, perkoperasian dan pembinaan koperasi secara profesional




3
Pembinaan dan pemasaran usaha tradisional



6
1
Penyuluhan transmigrasi terutama trasmigrasi swakarsa




2
Latihan keterampilam tenaga kerja




3
Penerangan, penyuluhan dan pendidikan tentang kependudukan



7
1
Partisipasi masyarakat




2
Pengembangan kemampuan sumber daya alam




3
Peningkatan administrasi negara



8
1
Penyuluhan dan pembinaan kehidupan beragama




2
Peningkatan sarana kehidupan beragama



9
1
Pendidikan dan keterampilan keahlian di
1.1   sekolah
1.2   luar sekolah




2
Peningkatan dan pemantaban usaha usaha p-4




3
Peningkatan dan pendayagunaan prasarana dan sarana pendidikan dan peralatannya








(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)


4
Pembinaan dan peningkatan pendidikan luar sekolah bersifat kemasyarakatan




5
Peningkatan dan pengembangan olah raga




6
Pembinaan kebudayaan indonesia




7
Pembinaan tradisi, peninggalan sejarah, dan permuseuman




8
Pengembangan kesenian
8.1 meningkatkan kesenian tradisional
8.2 seni tari
8.3 seni suara



10
1
Pengembangan kesadaran, kesetiakawanan dan tanggung jawab sosial




2
Pembinaan dan pengembangan generasi muda




3
Meningkatkan kegiatan kepemudaan dengan pemantapan fungsi dan peran wahana kepemudaan




4
Pembinaan kesejahteraan kesejahteraan keluarga (PKK)



11

Pemantapan penyuluhan hukum



12

Pembinaan keamanan dan ketertiban



13
1
Memperluas kegiatan penerangan dan peningkatan pemanfaatan media penerangan




2
Peningkatan jangkauan Koran masuk desa



14
1
Pengembangan perstatikan




2
Pemasyarakatan perpustakaan



15
1
Peningkatan kemampuan aparatur pemerintah




2
Peningakatan mutu, kemampuan organisasi dan tata kerja termasuk koordinasi dan penyediaan sarana





prasana



16
1
Penyuluhan tentang pengembangan dunia usaha




2
Monografi desa




3
Pasar murah




Rekapitulasi program sibermas /IBW
Tahun ……………………./Tahun……………….
di…………….
Bidang/program
sektor
Sub sektor
uraian
Volume pekerjaan

jumlah
Ukuran
KM
10
1
Upaya perbaikan kesehatan masyarakat
1.1   pemberantasan dan pencegahn penyakit menular
1.2   pebaikan gizi
1.3   penyuluhan air bersih
1.4   kebersihan dan kesehatan lingkungan
1.4.1          jamban keluarga
1.4.2          rumah sehat
1.4.3          pengolahan sampa
1.5   pembinaan kesehatan ibu dan anak
1.6   peningkatan pelayanan posyandu




2
Pengembangan  obat obatan dan cara pengobatan tradisional
2.1 tanaman obat keluarga
2.2 taman/ kebun gizi
2.3 resep
2.3.1 obat tradisonal
2.3.2 makanan sehat




3
Peningkatan gerakan KB dan perluasan kesehatan masyarakat




4
Peningkatan pembinaan usaha kesehatan
4.1 kader
4.1.1 membina kader gizi
4.1.2 membentuk kader gizi
4.1.3 membentuk kader sehat
4.1.4 membina kader sehat
4.2 UKS/UKGS
4.2.1 membentuk UKS
4.2.2 membina UKS
4.2.3 membentuk UKGS
4.2.4 membina UKGS




5
Lain lain sebutkan





Dokter kecil





Khitanan masal





Dana sehat



REKAPITULASI PENGGUNAAN DANA PER BIDANG
TAHUN………………./…………..
Dana × Rp.1000,00
DAERAH
……………
BIDANG
…………..
PRASARANA FISIK
…………..
PENINGKATAN PRODUKSI
…………..
SOSIAL BUDAYA
…………..
KESEHATAN MASYARAKAT
…………..
JUMLAH
…………...

REKAPITULASI PENGGUNAAN DANA PER BIDANG
TAHUN………………./…………..
Dana × Rp.1000,00
DAERAH
…….
SUMBER DANA
…….
SWADAYA MASYARAKAT
…….
PEMERINTAH DAERAH
……..
UNIVERSITAS
……..
MAHASISWA
……..
LAIN-LAIN
……..
JUMLAH
……..


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...